BELAJAR SEPANJANG HAYAT


Catatan Harian Seorang Guru IPA







Selamat berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat

Selasa, 08 November 2016

Yang Sekolah Anak atau Ibunya?


Oleh Agus Pribadi
Jika melihat anak merengek karena tidak bisa mengerjakan PR dari gurunya di sekolah. Rengekan itu bertambah keras saat ibunya tidak mampu membantu anaknya. ”

Jika hal di atas terjadi, maka timbul pertanyaan : Yang sekolah anak atau ibunya? Anak yang sekolah kok ibunya yang repot.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan keadaan di atas dapat terjadi, diantaranya adalah :
1)      Soal terlalu sulit.
Salah satu contoh misalnya ada pertanyaan yang menggunakan kata-kata sulit. Dapatkah siswa SD mengartikan kata “religius”? (=bersifat keagamaan) Jika kata-kata dalam pertanyaan tidak dimengerti siswa, bagaimana siswa akan dapat menjawab?


2)      Tugas siswa terlalu berat
Jika siswa diberi tugas terlalu banyak oleh gurunya di sekolah, maka siswa akan merasakan kejenuhan sehingga tidak berminat lagi mengerjakan PR. Hal itu menjadikan guru seyogianya memberikan tugas sesuai kemampuan fisik dan psikologi siswa. Tugas yang banyak belum tentu memberikan manfaat yang banyak pula. Guru perlu mengetahui berapa beban tugas yang telah dimiliki siswa sebelum memberi tugas yang baru.

3)      Tenggelam dalam teknologi informasi
Teknologi informasi telah membuai anak-anak kita. Facebook, blog, twitter,  televisi dan lain-lain. Alat bantu tersebut dapat memberi manfaat yang sangat besar tetapi dapat juga berdampak negatif yang sangat besar pula. Pergaulan bebas, narkoba, dan seterusnya merupakan contoh dampak negatif dari penyalahgunaan teknologi informasi.
Perlu adanya kesamaan persepsi dari kita semua sebagai warga negara dan masyarakat Indonesia. Persepsi mengenai pentingnya menjaga karakter, kepribadian, budaya dan jati diri bangsa Indonesia di tengah gempuran arus globalisasi. Gerakan revitalisasi karakter bangsa, gerakan budaya dan sastra merupakan sedikit contoh aksi yang mengokohkan karakter bangsa.
Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini mudah-mudahan tidak akan pernah terjadi. Hal itu jika ada kepedulian kita bersama. []
Banyumas, 27 April 2012


Share:

0 komentar:

VIDEO PEMBELAJARAN

Arsip

Frequency Counter Pengunjung

Artikel Terbaru

LINK SAYA

Komentar Terbaru

Konsultasi IPA