BELAJAR SEPANJANG HAYAT


Catatan Harian Seorang Guru IPA







Selamat berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat

Sabtu, 12 November 2016

Dompet itu Bukan Milik Kita


Oleh Agus Pribadi

Sore hari. Mendung. Awam Menggantung.
Gambar Pixabay.com
Aku membonceng istri dan anakku menuju lapangan dekat kecamatan. Di sana ada pertunjukan komedi putar. Sejak siang anakku yang berumur tiga tahun minta naik odong-odong, kereta api mini, dan hiburan lainnya.
Sekitar jarak 500 meter, hujan turun tiba-tiba. Tanpa memberi aba-aba.
Aku menghentikan laju sepeda motorku di bawah sebuah pohon yang rindang di tepi jalan. Mengambil mantel, dan bersiap memakainya. Namun ada sesuatu yang aku lihat. Sebuah dompet yang tergeletak sekitar 10 meter di belakangku.
“Itu, ada dompet di sana. Tolong ambilkan, Dek. Nanti kita kembalikan pada yang punya,” ucapku pada istriku.
“Baiklah, Mas.” Istriku mengambil dompet itu.
Aku kembali melajukan sepeda motorku, menggunakan mantel yang digunakan bertiga. Sekedar tidak membuat tubuh kuyup seratus persen. Masih kering tujuh puluh persen saja sudah lumayan.
“Ada Handphone, KTP, dan beberapa lembar uang kertas, Mas!” seru istriku.
“Siapa pemilik KTP itu?” tanyaku.
Istriku menyebut sebuah nama, dan sebuah alamat. Alamat itu berjarak sekitar satu kilometer dari tempatku memakai mantel.
“Kita harus mengembalikannya segera!” seruku.
Aku langsung mencari alamat pemilik KTP itu. Setelah bertanya pada seseorang, maka sampai juga kami di rumah pemilik KTP.
Kami menuju ke rumah itu. Aku uluk salam. Disambut dengan ramah.
“Iya, benar itu dompet milik saya,” ucap seorang ibu muda setelah aku sampaikan maksud kedatanganku dan kuserahkan dompet dengan isi masih utuh tak kurang suatu apa.
Ibu muda itu memberikan sejumlah uang kepada anakku.
“Tidak usah, Bu.” Ucapku dan istriku hampir bersamaan.
Namun ibu muda itu tetap saja memasukan sejumlah uang ke saku anakku. Aku dan istriku tak kuasa menolaknya.
Kami pun mohon diri, diiringi ucapan terima kasih dari ibu muda itu.
“Terima kasih sekali.”
“Sama-sama, Bu.”
***
Jika menemukan barang milik orang lain, maka mengembalikannya adalah hal yang semestinya. Tuhan telah memberikan rezeki sesuai dengan takarannya, bukan melalui barang temuan itu.
Banyumas, 30 Desember 2012

Share:

0 komentar:

VIDEO PEMBELAJARAN

Arsip

Frequency Counter Pengunjung

Artikel Terbaru

LINK SAYA

Komentar Terbaru

Konsultasi IPA