BELAJAR SEPANJANG HAYAT


Catatan Harian Seorang Guru IPA







Selamat berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat

Sabtu, 05 November 2016

PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH POPULER GURU MELALUI PENGGUNAAN BLOG KOMPASIANA


Oleh Agus Pribadi, S.Si
Bab I  Pendahuluan
Latar Belakang
Menurut Tri Marhaeni Pudji Astuti, guru besar Antropologi Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Unnes (Wacana Suara Merdeka, 19 Oktober 2012), lebih dari 90 persen guru berpikir dengan logika terbalik. Mereka baru tergerak untuk membuat publikasi ilmiah ketika "merasa butuh naik pangkat", padahal mestinya publikasi itu disiapkan setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan, ditulis sebagai karya ilmiah, dan baru diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.


Pola pikir "membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah kalau mau naik pangkat" itulah yang rupanya menjadi salah satu penyebab mengapa guru-guru kita belum profesional. Logika terbalik inilah yang membuat banyak guru berhenti di golongan ruang kepangkatan IV-A, karena peraturan lama untuk naik pangkat dari III-A ke atas tidak mensyaratkan guru harus membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah.
Dengan peraturan yang baru, yakni Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009 (yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2013), untuk kenaikan pangkat mulai III-B ke atas guru harus membuat karya ilmiah dan karya inovatif. Dikhawatirkan ke depan para guru banyak yang berhenti di golongan ruang pangkat III-B karena "malas" membuat karya ilmiah. Kalau itu yang terjadi, maka gagallah tujuan pemerintah untuk mendorong guru menjadi lebih profesional. Selama pola pikir dengan logika terbalik ini belum diluruskan, tentu sulit mencetak guru yang profesional.
Kondisi di atas harus diubah, hendaknya publikasi itu disiapkan setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan, ditulis sebagai karya ilmiah, dan baru diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.
Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.
Kompasiana menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Keterlibatan warga secara masif ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (About Kompasiana)
Melalui penggunaan blog Kompasiana, mereka yang berprofesi sebagai guru akan terbiasa melakukan publikasi setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan di blog Kompasiana tersebut, dan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dapat ditulis sebagai karya ilmiah. Guru yang menulis karya ilmiah tersebut baru kemudian diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah :
Apakah melalui penggunaan blog Kompasiana dapat digunakan untuk publikasi artikel ilmiah populer guru?
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah guru ini adalah untuk mengetahui penggunaan blog Kompasiana untuk publikasi artikel ilmiah populer guru.
Manfaat Penulisan
Manfaat karya ilmiah guru ini adalah penerapan penggunaan blog Kompasiana untuk publikasi artikel  ilmiah populer guru.


Bab II Landasan Teori
Landasan Teori
1.      Penggunaan blog Kompasiana
a.       Pengertian tentang blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (http://id.wikipedia.org/wiki/Blog)

Blog merupakan salah satu media yang cukup representatif bagi berbagai hal. Ada banyak motivasi yang biasanya menjadi dasar dan alasan bagi banyak orang untuk ngeblog. (Khalifi Ilyas, 2010)

b.      Pengertian blog Kompasiana
Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.

Kompasiana menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Keterlibatan warga secara masif ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas Gramedia dan para tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai bidang, keahlian dan disiplin ilmu untuk ikut berbagi informasi, pendapat dan gagasan.

Di Kompasiana, setiap orang didorong menjadi seorang pewarta warga yang, atas nama dirinya sendiri, melaporkan peristiwa yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Tren Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) seperti ini sudah mewabah di banyak negara maju sebagai konsekuensi dari lahirnya web 2.0 yang memungkinkan masyarakat pengguna internet (netizen) menempatkan dan menayangkan konten dalam bentuk teks, foto dan video.

Kompasianer (sebutan orang-orang yang beraktifitas di Kompasiana) juga diberi kebebasan menyampaikan gagasan, pendapat, ulasan maupun tanggapan sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Setiap konten yang tayang di Kompasiana menjadi tanggungjawab Kompasianer yang menempatkannya.

Selain itu, Kompasiana menyediakan ruang interaksi dan komunikasi antar-anggota. Setiap Kompasianer bisa menjalin pertemanan dengan Kompasianer lain. Mereka juga dapat berkomunikasi lewat email, komentar dan fitur interaktif lainnya.

Fasilitas dan fitur Kompasiana hanya bisa digunakan oleh pengguna internet yang telah melakukan registrasi di www.kompasiana.com/registrasi. Begitu proses registrasi selesai, pengguna akan mendapatkan blog pribadi dengan alamat http://kompasiana.com/namapengguna. Tanpa registrasi, pengguna hanya bisa membaca konten Kompasiana.
Dengan beragam fitur dan fasilitas interaktif tersebut, Kompasiana yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing. connecting.) telah berwujud menjadi sebuah Social Media yang informatif, interaktif, komunikatif dan mencerahkan bagi setiap orang. (http://www.kompasiana.com/about)

2.      Artikel ilmiah populer
a.       Pengertian Artikel
Dalam dunia jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan non fiksi (berdasarkan data dan fakta) dan diberi sedikit analisis serta pendapat oleh penulisnya. Biasanya artikel hanya menyangkut satu pokok permasalahan, dengan sudut pandang hanya dari satu disiplin ilmu. Teknik yang digunakan umumnya deduktif-induktif atau sebaliknya. (Hendy Hermawan, 2006)

b.      Artikel ilmiah populer sebagai bagian dari publikasi ilmiah

Melaksanakan publikasi ilmiah merupakan salah satu unsur dari pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi:
1. pengembangan diri:
a) diklat fungsional; dan
b) kegiatan kolektif Guru yang meningkatkan kompetensi danlatau keprofesian Guru;
2. publikasi Ilmiah:
a) publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal; dan
b) publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru;
3. karya Inovatif:
a) menemukan teknologi tepat guna;
b) menemukanlmenciptakan karya seni;
c) membuatlmemodifikasi alat pelajaranlperagalpraktikum; dan
d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya (Pasal 11 c)

Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya (Permen PAN dan RB no 16 Tahun 2009)

Melaksanakan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal

Salah satu unsur dalam publikasi ilmiah adalah Membuat Tulisan llmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya :

1)      Membuat Artikel llmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pernbelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat nasional

2)      Membuat Artikel llmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pernbelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat provinsi (koran daerah).  (Lampiran 1. Permen PAN dan RB no 16 Tahun 2009)





Kerangka Teori

Sewaktu-waktu dapat ditulis sebagai karya tulis ilmiah jika dibutuhkan
Publikasi artikel ilmiah populer guru terdokumentasi di blog Kompasiana
Guru melakukan publikasi artikel ilmiah populer di blog Kompasiana
Guru yang mempunyai artikel ilmiah di media massa dan karya tulis ilmiah diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat
Publikasi artikel ilmiah populer guru di media massa
 




























Bab III Metodologi
Penulis menggunakan metode studi kepustakaan dan menggali informasi melalui internet. Studi kepustakaan dan internet digunakan untuk mendapatkan dan menggali  data, informasi, bahan-bahan, dan sumber informasi lainnya yang diperlukan untuk karya ilmiah ini.

















Bab IV Penyajian Data


Data Sebagian Kompasianer guru
No
Nama Guru/ Kompasianer
Profesi
1
Johan Wahyudi
Guru SMP di Solo
2
Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru SMP di Jakarta
3
Agus Hermawan
Guru SMA di Bandung
4
Agus Pribadi
Guru SMP di Purbalingga

Sumber : Kompasiana













Bab V Pembahasan
Saat ini merupakan era teknologi informasi. Hal itu ditandai dengan berkembang pesatnya penggunaan internet.
Dunia pendidikan tidak lepas dari penggunaan internet tersebut. Salah satu manfaat positif yang dapat diambil dari penggunaan internet tersebut adalah untuk melatih kemampuan menulis guru. Khususnya kemampuan menulis yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik.
Dalam peraturan yang baru, yakni Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009 (yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2013), untuk kenaikan pangkat mulai III-B ke atas guru harus membuat karya ilmiah dan karya inovatif.
Salah satu karya ilmiah dalam peraturan tersebut adalah artikel ilmiah  populer. Artikel ilmiah populer yang dinilai adalah yang dipublikasikan di media massa koran baik nasional maupun daerah.
Namun demikian artikel ilmiah populer dapat dipublikasikan melalui blog. Salah satu blog yang cukup mudah digunakan bagi para guru adalah Kompasiana.
Setidaknya ada 7 hal yang menyebabkan penulis memilih Kompasiana sebagai salah satu tempat menulis bagi penulis :
Pertama, Praktis dan tinggal posting
Penulis termasuk yang kurang mahir membuat blog pribadi. Dengan menulis di Kompasiana, penulis tinggal posting karena blog sudah ada dan sudah jadi. Praktis bukan?
Kedua, Peluang dibaca orang sangat tinggi
Sebagai blog keroyokan, Kompasiana akan selalu dikunjungi oleh banyak orang. Hal itu yang memberi peluang sangat tinggi untuk keterbacaan tulisan yang diposting di Kompasiana.
Ketiga, Interaktif
Dengan bergabung dengan Kompasiana, maka akan terjadi interaksi dengan sesama Kompasianer. Interaksi yang dilakukan dapat melalui tulisan maupun komentar.
Keempat, Banyak teman dan banyak sahabat

            Dengan berbagi tulisan di Kompasiana, akan terjadi interaksi yang menghasilkan pertemanan dan persahabatan. Meski saling berjauhan dan mungkin belum pernah bertemu muka, namun persahabatan bisa tetap dijalin melalui tulisan dan komentar di Kompasiana.
Kelima, melatih kemampuan menulis
Dua puluh empat tulisan di Kompasiana dalam sehari bukanlah sesuatu yang sedikit. Itu peluang yang diberikan Kompasiana untuk masing-masing Kompasianer. Dalam sehari sangat jarang atau bahkan mungkin tidak pernah saya menulis lebih dari tiga tulisan di Kompasiana.
Hal itu menunjukkan bahwa Kompasiana sangat memberikan peluang kepada para Kompasianer terutama penulis pemula untuk mengasah kemampuan menulisnya.
Keenam, berskala nasional bahkan internasional
Dengan menulis di Kompasiana maka tulisan kita akan dibaca dalam skala nasional bahkan internasional. Hal itu tentu akan memotivasi kita untuk menghasilkan karya-karya terbaik. Pembaca dalam skala tersebut siap menunggu tulisan menarik para Kompasianer.
Ketujuh, Menambah wawasan dan pengetahuan
Dengan membaca tulisan-tulisan yang ada di Kompasiana, menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang berbagai hal. Terkadang kita disuguhi bacaan spesial, karena belum dimuat sebelumnya di media cetak atau media lainnya. (Agus Pribadi, 2011 )
Di media tersebut, Kompasianer (sebutan untuk seorang yang sudah mendaftar di Kompasiana) dapat menulis berbagai jenis tulisan, salah satunya artikel ilmiah populer.
Dengan dibiasakan menulis di Kompasiana, maka guru akan semakin mahir menulis khususnya artikel ilmiah populer. Menulis bukan lagi sebuah keterpaksaan, tapi sebuah kebiasaan bagi para guru sesuai dengan keprofesiannya.
Artikel ilmiah populer yang ditulis guru menjadi terdokumentasi di Kompasiana. Sewaktu-waktu dapat dijadikan bahan untuk menulis artikel ilmiah populer di media massa. Selain itu juga dapat dijadikan bahan untuk menulis karya ilmiah.
Guru yang menulis artikel ilmiah populer di koran dan menulis karya ilmiah layak mendapat nilai untuk angka kreditnya.












Bab VI Penutup
Kesimpulan
Blog Kompasiana dapat digunakan sebagai media publikasi dan dokumentasi artikel ilmiah populer yang dapat dijadikan sebagai bahan menulis artikel ilmiah populer di media massa dan juga sebagai bahan menulis karya ilmiah. Guru yang demikian layak mendapatkan nilai untuk angka kreditnya.
















Daftar Pustaka

Hendy Hermawan. 2006. Guru Menulis di Media Massa. Bandung : CV Citra Praya
Khalifi Ilyas. 2010. Kaya Raya Hanya dengan Internet. Jogjakarta : Garailmu

Permen PAN dan RB no 16 Tahun 2009
http://www.kompasiana.com/about diunduh Selasa, 13-11-12
http://id.wikipedia.org/wiki/Blog diunduh Selasa, 13-11-12

Share:

0 komentar:

VIDEO PEMBELAJARAN

Arsip

Frequency Counter Pengunjung

Artikel Terbaru

LINK SAYA

Komentar Terbaru

Konsultasi IPA