BELAJAR SEPANJANG HAYAT


Catatan Harian Seorang Guru IPA







Selamat berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat

Kamis, 10 November 2016

Hal yang Sering Dilakukan Penulis Pemula


Oleh Agus Pribadi
Ada teman yang inbox ke FB saya, bagaimana cara memulai menulis yang benar. Sejujurnya saya sendiri pun masih belajaran dan pemula dalam hal menulis. Saya jawab sebisanya dan saya jadikan artikel juga di Kompasiana mengenai tema tersebut.
Gambar Pixabay.com

Ada juga teman yang merasa belum waktunya menulis di Kompasiana. Ia masih butuh waktu untuk belajar menulis yang lebih baik. sejujurnya saya juga demikian. Saya merasa belum bisa menulis dengan baik. Namun, mungkin karena saya yang kurang tahu diri, sehingga nekad menulis di Kompasiana sampai hampir setahun ini.
Ada juga teman yang setelah menulis dan menunjukkannya pada orang lain, berkomentar sebagai berikut :
“Itu tulisan saya belum maksimal. Menulisnya asal-asalan.”
Atau :
“Saya menulisnya sudah ngantuk jadi hasilnya seperti itu.”
Dan komentar lainnya yang sejenis. Dari komentar tersebut, saya berkesimpulan, penulis pemula kurang serius dalam menulis. Terkesan apa adanya dan asal jadi. Hal itu terlihat dari komentar-komentrnya sendiri.
Padahal jika mereka mau lebih serius dalam menulis, tentu hasilnya akan jauh lebih baik. Apalagi jika menulisnya dengan sungguh-sungguh dan mencurahkan segenap kemampuan, bisa jadi menjadi sebuah maha karya.
Komentar di atas juga mencerminkan rasa kurang percaya diri penulisnya, baik saat menulis maupun saat menghadirkan tulisannya di tengah-tengah pembaca. Padahal rasa kurang percaya diri dapat mempengaruhi tulisan yang dibuat. Bisa menyebabkan kebuntuan ide, dan lainnya.
Dari hal-hal di atas, setidaknya ada 2 hal yang harus dibenahi oleh penulis pemula, termasuk diri saya juga sebagai penulis pemula.
Pertama, lebih serius dalam menghasilkan karya tulisan. Hal itu menjadikan penulis pemula tidak memberi tambahan komentar yang menunjukkan kurang siap menulis. Kesan sebagai penulis pemula pun akan terkikis seiring tulisan-tulisan yang dihasilkannya.
Kedua, memupuk rasa percaya diri dalam menulis. Rasa percaya diri dibutuhkan penulis termasuk penulis pemula agar siap menulis dan menghadirkannya di hadapan pembaca yang lebih luas. Berbagai tips menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis perlu dipelajari. Salah satu caranya adalah dengan memulai menunjukkan karyanya kepada orang lain, dan berlatih untuk kebal terhadap kritik. Bahkan menjadikan kritikan sebagai masukan yang bermanfaat. []

Share:

0 komentar:

VIDEO PEMBELAJARAN

Arsip

Frequency Counter Pengunjung

Artikel Terbaru

LINK SAYA

Komentar Terbaru

Konsultasi IPA