BELAJAR SEPANJANG HAYAT


Catatan Harian Seorang Guru IPA







Selamat berkunjung di blog kami, semoga bermanfaat

Sabtu, 05 November 2016

Puisi-Puisi Agus Pribadi


Kau
Kau fatamorgana di jalanan yang terik
 kau pelangi yang tertutup tirai senja
 kau malam yang beku dan bisu,
 yang menyisakan mimpi-mimpi menakutkan



Rindu dan Hati
Kubuka kulkas, kutemukan rindu yang telah beku
 kubuka almari,kutemukan hati yang terlipat rapi

Sejak Itu
Aku melihat mulut orang-orang dilapisi salju, beku
Kata-kata dan suara menjadi barang langka di kota ini, sejak itu
Sejak kau putuskan menjadi penjual es batu

Awan kelam, kusangka bulan
Kuyup aku membelah hujan, sendiri
Ada es batu di bibirmu, beku
Tak ada senyuman, seperti
Dulu saat purnama masih benderang
Lampu-lampu jalan pun meredup, namun
Aku harus tetap melangkah, meninggalkan
 purnama yang indah
 Bms, 120816



Amarah adalah gelombang, aku
 Terayun diantara lidahnya, yang
 Membelit tubuh yang letih, berharap
 Datang seberkas cahaya kedamaian, atau
 perahu harapan...
 Bms, 110816

Kalau
Kalau api tak mencintai kayu,
Mana mungkin menjadi bara
Kalau aku tak mencintai kamu,
 mana mungkin menjadi lara

Kalau air tak mencintai pagi,
Mana mungkin menjadi embun
Kalau kamu tak mencintai aku,
Mana mungkin menjadi lamun
Bms, 8-8-16

Peri Tanpa Sayap
Kerlip bintang seakan diam
Debur ombak pun bungkam
Daun-daun rapat menutup mulut
Akulah peri yang kehilangan sayap imajinasi
Angin hanya membawa panas tanpa kabar
Burung-burung enggan mengepakkan sayap
Ranting kering patah terempas hujan deras
Akulah peri yang tersesat di cakrawala imajinasi
Lampu-lampu kota tlah lama padam
Sampah-sampah dan serigala buas menghias jalanan lengang
Kota ini tlah lama mati
Akulah peri yang menjelma puisi tanpa penyair
Banyumas, 15 Nopember 2015



Share:

Bersastra Melalui Facebook


Oleh Agus Pribadi

(Wacana Lokal Suara Merdeka
21 Januari 2012)



FACEBOOK merupakan salah satu jejaring sosial yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Selain menjalin pertemanan, media itu dapat digunakan mempromosikan suatu produk, transaksi barang dan jasa, dan sebagainya. Salah satu manfaat yang sebenarnya juga bisa dipetik adalah melatih kemampuan menulis.
Seseorang dapat menulis cerpen, puisi, atau berita pada menu status atau note. Jika ingin lebih serius latihan menulis bersama, seseorang dapat bergabung pada menu grup di jejaring sosial itu, yang khusus membicarakan dunia tulis-menulis.
Salah satu grup facebook yang ada di Banyumas adalah Penamas, akronim dari Para Penulis Muda Banyumas. Awalnya grup menulis itu membahas mengenai dunia tulis-menulis secara sederhana dan santai. Puisi, cerpen, dan tips menulis kerap di-posting lewat menut grup.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan komunitas itu makin serius. Proyek pertama adalah membuat antologi cerpen Banyumasan. Dalam waktu empat bulan, dari awal Agustus hingga November 2011, terbitlah buku Balada Seorang Lengger. Meskipun terbit secara indie, pengantarnya ditulis oleh sastrawan kondang asal Banyumas yang juga diakui secara internasional, yaitu Ahmad Tohari.
Dia penulis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk yang menjadi inspirasi film ’’Sang Penari’’. Dalam kata pengantarnya, Ahmad Tohari berpesan bahwa kepengarangan adalah proses yang tidak boleh berhenti. Dia menyemangati ke-19 penulis dalam buku tersebut agar kelak menjadi penulis yang dapat dibanggakan bagi bangsanya.
Terbitnya buku Balada Seorang Lengger merupakan salah satu bukti, bahwa facebook dapat digunakan sebagai media bersastra. Diskusi dan proses kreatif bersastra dilakukan melalui dunia maya, dan hasilnya menjadi nyata, yaitu sebuah antologi cerpen.
Tentunya hal itu patut untuk dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat kita pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Dengan menulis melalui media jejaring sosial akan tumbuh budaya masyarakat yang gemar menulis. Dari gemar menulis mengarah pada gemar menerbitkan buku. Jika banyak buku terbit yang ditulis oleh generasi muda , tentu merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua. Khasanah literasi akan semakin kaya dan beragam.
Teknologi Informasi
Penamas merupakan salah satu wadah, yang diniatkan melanjutkan jejak kepengarangan Ahmad Tohari. Jejak sastrawan asal Desa Tinggar Jaya Kecamatan Jatilawang Banyumas ini patut diikuti oleh generasi muda Indonesia, terutama anak muda Banyumas. Dia dikenal sebagai penulis yang berciri khas menampilkan lokalitas budaya.
Masyarakat pedesaan dengan tokoh-tokohnya, merupakan salah satu ciri khas karya-karyanya baik cerpen maupun novel. Hal ini juga menjadi kekuatan karya sastra yang ditulis oleh penulis cerpen ’’Senyum Karyamin’’ ini. Semangat melestarikan dan mengembangkan lokalitas budaya melalui karya sastra patut menjadi pegangan generasi muda. Era globalisasi yang banyak menawarkan budaya asing ini seakan mendapatkan filternya melalui kegiatan bersastra ini.
Kegiatan bersastra melalui facebook  dapat mengikis kesan negatif bahwa jejaring sosial itu hanya media buang waktu sia-sia, dan stigma negatif lainnya yang disematkan pada penggunanya. Jejaring sosial itu hanyalah media. Pemanfaatannya untuk tujuan positif atau negatif bergantung penggunanya.
Selain media itu, ada blog keroyokan yang juga merupakan media sosial. Anggota di dalamnya dapat berinteraksi melalui tulisan atau komentarnya. Hal ini membuktikan teknologi informasi menjadi salah satu pendukung bagi masyarakat untuk memulai menulis. Jurnalisme warga atau pewarta warga bisa muncul dari blog keroyokan.
Masyarakat dari beragam latar belakang dapat membuat tulisan jenis apa pun: cerpen, puisi, artikel, atau berita. Jika kita telah mempunyai akun dan mempunyai hobi menulis fiksi, jangan ragu mari bersastra melalui facebook. (10)

— Agus Pribadi SSi, Koordinator Para Penulis Muda Banyumas (Penamas), guru Biologi SMP Negeri 5 Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga

Share:

PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH POPULER GURU MELALUI PENGGUNAAN BLOG KOMPASIANA


Oleh Agus Pribadi, S.Si
Bab I  Pendahuluan
Latar Belakang
Menurut Tri Marhaeni Pudji Astuti, guru besar Antropologi Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Unnes (Wacana Suara Merdeka, 19 Oktober 2012), lebih dari 90 persen guru berpikir dengan logika terbalik. Mereka baru tergerak untuk membuat publikasi ilmiah ketika "merasa butuh naik pangkat", padahal mestinya publikasi itu disiapkan setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan, ditulis sebagai karya ilmiah, dan baru diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.


Pola pikir "membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah kalau mau naik pangkat" itulah yang rupanya menjadi salah satu penyebab mengapa guru-guru kita belum profesional. Logika terbalik inilah yang membuat banyak guru berhenti di golongan ruang kepangkatan IV-A, karena peraturan lama untuk naik pangkat dari III-A ke atas tidak mensyaratkan guru harus membuat karya ilmiah atau publikasi ilmiah.
Dengan peraturan yang baru, yakni Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009 (yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2013), untuk kenaikan pangkat mulai III-B ke atas guru harus membuat karya ilmiah dan karya inovatif. Dikhawatirkan ke depan para guru banyak yang berhenti di golongan ruang pangkat III-B karena "malas" membuat karya ilmiah. Kalau itu yang terjadi, maka gagallah tujuan pemerintah untuk mendorong guru menjadi lebih profesional. Selama pola pikir dengan logika terbalik ini belum diluruskan, tentu sulit mencetak guru yang profesional.
Kondisi di atas harus diubah, hendaknya publikasi itu disiapkan setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan, ditulis sebagai karya ilmiah, dan baru diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.
Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.
Kompasiana menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Keterlibatan warga secara masif ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (About Kompasiana)
Melalui penggunaan blog Kompasiana, mereka yang berprofesi sebagai guru akan terbiasa melakukan publikasi setiap saat dalam kapasitas mereka sebagai guru profesional. Kemudian hasil publikasi tersebut didokumentasikan di blog Kompasiana tersebut, dan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dapat ditulis sebagai karya ilmiah. Guru yang menulis karya ilmiah tersebut baru kemudian diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari karya ilmiah ini adalah :
Apakah melalui penggunaan blog Kompasiana dapat digunakan untuk publikasi artikel ilmiah populer guru?
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah guru ini adalah untuk mengetahui penggunaan blog Kompasiana untuk publikasi artikel ilmiah populer guru.
Manfaat Penulisan
Manfaat karya ilmiah guru ini adalah penerapan penggunaan blog Kompasiana untuk publikasi artikel  ilmiah populer guru.


Bab II Landasan Teori
Landasan Teori
1.      Penggunaan blog Kompasiana
a.       Pengertian tentang blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (http://id.wikipedia.org/wiki/Blog)

Blog merupakan salah satu media yang cukup representatif bagi berbagai hal. Ada banyak motivasi yang biasanya menjadi dasar dan alasan bagi banyak orang untuk ngeblog. (Khalifi Ilyas, 2010)

b.      Pengertian blog Kompasiana
Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.

Kompasiana menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Keterlibatan warga secara masif ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas Gramedia dan para tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai bidang, keahlian dan disiplin ilmu untuk ikut berbagi informasi, pendapat dan gagasan.

Di Kompasiana, setiap orang didorong menjadi seorang pewarta warga yang, atas nama dirinya sendiri, melaporkan peristiwa yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Tren Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) seperti ini sudah mewabah di banyak negara maju sebagai konsekuensi dari lahirnya web 2.0 yang memungkinkan masyarakat pengguna internet (netizen) menempatkan dan menayangkan konten dalam bentuk teks, foto dan video.

Kompasianer (sebutan orang-orang yang beraktifitas di Kompasiana) juga diberi kebebasan menyampaikan gagasan, pendapat, ulasan maupun tanggapan sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Setiap konten yang tayang di Kompasiana menjadi tanggungjawab Kompasianer yang menempatkannya.

Selain itu, Kompasiana menyediakan ruang interaksi dan komunikasi antar-anggota. Setiap Kompasianer bisa menjalin pertemanan dengan Kompasianer lain. Mereka juga dapat berkomunikasi lewat email, komentar dan fitur interaktif lainnya.

Fasilitas dan fitur Kompasiana hanya bisa digunakan oleh pengguna internet yang telah melakukan registrasi di www.kompasiana.com/registrasi. Begitu proses registrasi selesai, pengguna akan mendapatkan blog pribadi dengan alamat http://kompasiana.com/namapengguna. Tanpa registrasi, pengguna hanya bisa membaca konten Kompasiana.
Dengan beragam fitur dan fasilitas interaktif tersebut, Kompasiana yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing. connecting.) telah berwujud menjadi sebuah Social Media yang informatif, interaktif, komunikatif dan mencerahkan bagi setiap orang. (http://www.kompasiana.com/about)

2.      Artikel ilmiah populer
a.       Pengertian Artikel
Dalam dunia jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan non fiksi (berdasarkan data dan fakta) dan diberi sedikit analisis serta pendapat oleh penulisnya. Biasanya artikel hanya menyangkut satu pokok permasalahan, dengan sudut pandang hanya dari satu disiplin ilmu. Teknik yang digunakan umumnya deduktif-induktif atau sebaliknya. (Hendy Hermawan, 2006)

b.      Artikel ilmiah populer sebagai bagian dari publikasi ilmiah

Melaksanakan publikasi ilmiah merupakan salah satu unsur dari pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi:
1. pengembangan diri:
a) diklat fungsional; dan
b) kegiatan kolektif Guru yang meningkatkan kompetensi danlatau keprofesian Guru;
2. publikasi Ilmiah:
a) publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal; dan
b) publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru;
3. karya Inovatif:
a) menemukan teknologi tepat guna;
b) menemukanlmenciptakan karya seni;
c) membuatlmemodifikasi alat pelajaranlperagalpraktikum; dan
d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya (Pasal 11 c)

Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya (Permen PAN dan RB no 16 Tahun 2009)

Melaksanakan publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal

Salah satu unsur dalam publikasi ilmiah adalah Membuat Tulisan llmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya :

1)      Membuat Artikel llmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pernbelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat nasional

2)      Membuat Artikel llmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pernbelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat provinsi (koran daerah).  (Lampiran 1. Permen PAN dan RB no 16 Tahun 2009)





Kerangka Teori

Sewaktu-waktu dapat ditulis sebagai karya tulis ilmiah jika dibutuhkan
Publikasi artikel ilmiah populer guru terdokumentasi di blog Kompasiana
Guru melakukan publikasi artikel ilmiah populer di blog Kompasiana
Guru yang mempunyai artikel ilmiah di media massa dan karya tulis ilmiah diberi penghargaan angka kredit untuk naik pangkat
Publikasi artikel ilmiah populer guru di media massa
 




























Bab III Metodologi
Penulis menggunakan metode studi kepustakaan dan menggali informasi melalui internet. Studi kepustakaan dan internet digunakan untuk mendapatkan dan menggali  data, informasi, bahan-bahan, dan sumber informasi lainnya yang diperlukan untuk karya ilmiah ini.

















Bab IV Penyajian Data


Data Sebagian Kompasianer guru
No
Nama Guru/ Kompasianer
Profesi
1
Johan Wahyudi
Guru SMP di Solo
2
Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru SMP di Jakarta
3
Agus Hermawan
Guru SMA di Bandung
4
Agus Pribadi
Guru SMP di Purbalingga

Sumber : Kompasiana













Bab V Pembahasan
Saat ini merupakan era teknologi informasi. Hal itu ditandai dengan berkembang pesatnya penggunaan internet.
Dunia pendidikan tidak lepas dari penggunaan internet tersebut. Salah satu manfaat positif yang dapat diambil dari penggunaan internet tersebut adalah untuk melatih kemampuan menulis guru. Khususnya kemampuan menulis yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pendidik.
Dalam peraturan yang baru, yakni Permenpan & RB Nomor 16 Tahun 2009 (yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2013), untuk kenaikan pangkat mulai III-B ke atas guru harus membuat karya ilmiah dan karya inovatif.
Salah satu karya ilmiah dalam peraturan tersebut adalah artikel ilmiah  populer. Artikel ilmiah populer yang dinilai adalah yang dipublikasikan di media massa koran baik nasional maupun daerah.
Namun demikian artikel ilmiah populer dapat dipublikasikan melalui blog. Salah satu blog yang cukup mudah digunakan bagi para guru adalah Kompasiana.
Setidaknya ada 7 hal yang menyebabkan penulis memilih Kompasiana sebagai salah satu tempat menulis bagi penulis :
Pertama, Praktis dan tinggal posting
Penulis termasuk yang kurang mahir membuat blog pribadi. Dengan menulis di Kompasiana, penulis tinggal posting karena blog sudah ada dan sudah jadi. Praktis bukan?
Kedua, Peluang dibaca orang sangat tinggi
Sebagai blog keroyokan, Kompasiana akan selalu dikunjungi oleh banyak orang. Hal itu yang memberi peluang sangat tinggi untuk keterbacaan tulisan yang diposting di Kompasiana.
Ketiga, Interaktif
Dengan bergabung dengan Kompasiana, maka akan terjadi interaksi dengan sesama Kompasianer. Interaksi yang dilakukan dapat melalui tulisan maupun komentar.
Keempat, Banyak teman dan banyak sahabat

            Dengan berbagi tulisan di Kompasiana, akan terjadi interaksi yang menghasilkan pertemanan dan persahabatan. Meski saling berjauhan dan mungkin belum pernah bertemu muka, namun persahabatan bisa tetap dijalin melalui tulisan dan komentar di Kompasiana.
Kelima, melatih kemampuan menulis
Dua puluh empat tulisan di Kompasiana dalam sehari bukanlah sesuatu yang sedikit. Itu peluang yang diberikan Kompasiana untuk masing-masing Kompasianer. Dalam sehari sangat jarang atau bahkan mungkin tidak pernah saya menulis lebih dari tiga tulisan di Kompasiana.
Hal itu menunjukkan bahwa Kompasiana sangat memberikan peluang kepada para Kompasianer terutama penulis pemula untuk mengasah kemampuan menulisnya.
Keenam, berskala nasional bahkan internasional
Dengan menulis di Kompasiana maka tulisan kita akan dibaca dalam skala nasional bahkan internasional. Hal itu tentu akan memotivasi kita untuk menghasilkan karya-karya terbaik. Pembaca dalam skala tersebut siap menunggu tulisan menarik para Kompasianer.
Ketujuh, Menambah wawasan dan pengetahuan
Dengan membaca tulisan-tulisan yang ada di Kompasiana, menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang berbagai hal. Terkadang kita disuguhi bacaan spesial, karena belum dimuat sebelumnya di media cetak atau media lainnya. (Agus Pribadi, 2011 )
Di media tersebut, Kompasianer (sebutan untuk seorang yang sudah mendaftar di Kompasiana) dapat menulis berbagai jenis tulisan, salah satunya artikel ilmiah populer.
Dengan dibiasakan menulis di Kompasiana, maka guru akan semakin mahir menulis khususnya artikel ilmiah populer. Menulis bukan lagi sebuah keterpaksaan, tapi sebuah kebiasaan bagi para guru sesuai dengan keprofesiannya.
Artikel ilmiah populer yang ditulis guru menjadi terdokumentasi di Kompasiana. Sewaktu-waktu dapat dijadikan bahan untuk menulis artikel ilmiah populer di media massa. Selain itu juga dapat dijadikan bahan untuk menulis karya ilmiah.
Guru yang menulis artikel ilmiah populer di koran dan menulis karya ilmiah layak mendapat nilai untuk angka kreditnya.












Bab VI Penutup
Kesimpulan
Blog Kompasiana dapat digunakan sebagai media publikasi dan dokumentasi artikel ilmiah populer yang dapat dijadikan sebagai bahan menulis artikel ilmiah populer di media massa dan juga sebagai bahan menulis karya ilmiah. Guru yang demikian layak mendapatkan nilai untuk angka kreditnya.
















Daftar Pustaka

Hendy Hermawan. 2006. Guru Menulis di Media Massa. Bandung : CV Citra Praya
Khalifi Ilyas. 2010. Kaya Raya Hanya dengan Internet. Jogjakarta : Garailmu

Permen PAN dan RB no 16 Tahun 2009
http://www.kompasiana.com/about diunduh Selasa, 13-11-12
http://id.wikipedia.org/wiki/Blog diunduh Selasa, 13-11-12

Share:

PENGGUNAAN MEDIA LIMBAH GELAS PLASTIK DAN KEMBANG SEPATU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASAM BASA (ABSTRAK)


PENGGUNAAN MEDIA LIMBAH GELAS PLASTIK DAN KEMBANG SEPATU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASAM BASA PADA PESERTA DIDIK KELAS VII A SMP NEGERI 5 MREBET SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Oleh :
Agus Pribadi*)



Abstrak
            Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan dan hasil belajar dalam penggunaan media gelas plastik dan kembang sepatu pada peserta didik Kelas VII A SMP Negeri 5 Mrebet Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan 38 peserta. Hasil penelitian Hal ini menunjukkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pemahaman prasiklus sebesar 6,20 , siklus 1 sebesar 7,80 , siklus 2 sebesar 8,60 ; hasil belajar sikap prasiklus sebesar 6,80 , siklus 1 sebesar 7,70 , siklus 2 sebesar 8,40 ; hasil belajar ketrampilan prasiklus sebesar 6,70 ; siklus 1 sebesar 7,80 , siklus 2 sebesar 8,80.
Kata kunci : media pembelajaran, limbah gelas plastik, hasil belajar
*) Guru IPA SMP Negeri 5 Mrebet

Share:

Selasa, 01 November 2016

BIOTEKNOLOGI


Bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup untuk meningkatkan nilai guna suatu bahan untuk kesejahteraan manusia.


Bioteknologi dilakukan dengan dua cara, yakni :
1. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dilakukan dengan cara dan peralatan yang sederhana tanpa rekayasa genetika.
Contoh. Pembuatan tempe memanfaatkan Rhizopus orizae
2. Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang dilakukan dengan konsep ilmiah dan teknik rekayasa genetika.
Contoh.teknologi plasmid adalah penyisipan gen pada plasmid bakteri untuk menghasilkan insulin.
Soal dan Pembahasan
Salah satu produk yang dihasilkan dari bioteknologi modern adalah....
A. protein sel tunggal
B. kecap
C. yoghurt
 D. nata de coco
Pembahasan
Bioteknologi modern dilakukan dengan konsep ilmiah dan alat modern, misalnya pengembangan protein sel tunggal (A)
Referensi : Khristiyono. 2015. Xpress UN SMP 2015 IPA. Erlangga, Jakarta.

Share:

VIDEO PEMBELAJARAN

Frequency Counter Pengunjung

Artikel Terbaru

LINK SAYA

Komentar Terbaru

Konsultasi IPA